6 Gerakan Ini Bisa Membantu Kita Lebih Percaya Diri Saat Presentasi

6 Gerakan Ini Bisa Membantu Kita Lebih Percaya Diri Saat Presentasi

Slidegig.com – Bahasa tubuh merupakan hal yang penting, sebab ia dapat mendukung dan memberikan penekanan pada apa yang disampaikan secara lisan oleh para pembicara. Pembicara yang melakukan presentasi tanpa adanya bahasa tubuh akan terlihat kaku dan hambar. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan dan melatih bahasa tubuh yang akan digunakan dalam presentasi. Usahakanlah untuk menggunakan bahasa tubuh yang positif, karena berdasarkan hasil pengamatan (dikutip dari hbr.org), orang yang menunjukkan bahasa tubuh positif mendapatkan respon lebih baik dari pendengarnya. Bagaimana cara memberikan bahasa tubuh yang positif?

1. Membayangkan Sebuah Kotak

Menurut penasehatnya, Bill Clinton sering melakukan gerakan berlebih yang membuatnya terlihat tidak dapat dipercaya ketika berbicara di depan umum. Oleh karena itu, penasehatnya pun meminta Bill untuk membayangkan sebuah kotak di depan dada dan perutnya ketika sedang berbicara di depan umum. Hal ini bertujuan untuk menjadi batas gerakan tangan yang dilakukan oleh Bill.

2. Seperti Memegang Bola

Steve Jobs merupakan tokoh dan pembicara yang tidak bisa terlepas ketika kita sedang membahas tentang public speaking. Kita bisa mempelajari banyak hal darinya, salah satunya adalah tentang bahasa tubuh. Bahasa tubuh yang sering digunakan olehnya adalah gerakan seakan ia sedang memegang bola di antara kedua tangannya. Gerakan ini menunjukkan kepercayaan diri sehingga penyampaiannya mudah dipahami dan diterima oleh audiens.

3. Gestur Piramid

Saat sendang gugup, orang sering kali melakukan banyak gerakan. Hal ini bisa diatasi, salah satunya dengan melakukan gestur piramid, yaitu dengan menghadapkan telapak tangan satu sama lain, namun hanya jari-jari tangan saja yang saling bersentuhan. Inti dari gestur ini adalah untuk membuat kita terlihat rileks.

4. Sikap Kaki yang Terbuka Lebar

Cara orang berdiri menjadi indikator pola pikir mereka. Ketika anda berdiri diposisi yang kuat dan mantap dengan kaki Anda selebar bahu, itu menandakan Anda merasa sedang memegang kendali.

5. Telapak Tangan Terbuka

Sikap ini menunjukan keterbukaan dan kejujuran. Kita dapat memberi kesan bahwa kita adalah sosok yang kuat dan berpengaruh serta terbuka untuk melakukan komunikasi dengan orang-orang yang diajak bicara.

6. Telapak Tangan Menghadap ke Bawah

Gerakan yang terkesan negatif juga bisa dipandang positif, yaitu sebagai tanda kekuatan, otoritas dan ketegasan. Barack Obama sering menggunakannya untuk menenangkan kerumunan tepat setelah momen orasi yang meriah.

Bahasa tubuh merupakan bahasa nonverbal yang dilakukan secara alami dan tanpa kita sadari, namun ketika akan melakukan presentasi, kita bisa melakukan kontrol dengan berlatih dan membiasakan diri. Lakukanlah latihan di depan cermin atau di depan teman-teman dengan menerapkan beberapa bahasa tubuh di atas.

Lakukan 4 Hal Ini Ketika Audiens Presentasimu Mulai Hilang Fokus

Lakukan 4 Hal Ini Ketika Audiens Presentasimu Mulai Hilang Fokus

Slidegig.com– Terdapat banyak hal yang bisa mendistraksi perhatian audiens dari presentasi yang sedang kita sampaikan, seperti gadget, teman yang mengajak mengobrol, atau rasa kantuk karena bosan. Hal ini tentu tidak kita inginkan karena apa yang kita sampaikan tidak akan diterima oleh audiens. Untuk mencegah dan mengantisipasinya, terapkan beberapa trik berikut ini.

1. Berpindah Tempat

Terdapat banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menarik perhatian audiens, salah satunya dengan melakukan interaksi. Interaksi tidak harus dilakukan secara langsung. Kita bisa melakukan interaksi secara tidak langsung dengan berpindah tempat atau berjalan dari satu titik ke titik lainnya di atas panggung. Dengan melakukan hal tersebut, audiens akan bertanya-tanya di mana kita akan bergerak selanjutnya, dan ini berarti perhatian audiens tertuju pada kita.

2. Mengatur Kecepatan Suara

Berbicara dengan nada yang sama merupakan hal yang monoton dalam presentasi. Audiens tentu akan bosan mendengarkannya. Perlu adanya variasi dalam ritme untuk memberikan penekanan dan pembeda pada kalimat yang disampaikan. Selain itu, berubahnya ritme suara juga akan membuat penyampaian lebih menarik, sehingga audiens akan fokus dengan apa yang kita sampaikan.

‌3. Berhenti Sejenak dan Berikan Pertanyaan

Saat audiens mulai kehilangan fokus, berhentilah (diam) selama beberapa detik di tengah presentasi. Mereka otomatis akan menghentikan kegiatan dan bertanya-tanya, mengapa ia berhenti? Apakah ada yang salah? Teknik ini akan lebih powerful ketika diikuti dengan memberikan pertanyaan. Caranya, setelah memberikan pertanyaan, diamlah sejenak sambil mengedarkan pandangan ke seluruh audiens.

‌4. Menambahkan Cerita yang Relevan

Semua orang menyukai cerita, sebab cerita mengaktifkan imajinasi dan lebih mudah dicerna oleh otak manusia. Oleh karena itu, sertakanlah cerita yang relevan dan mendukung konten presentasi kita, sehingga audiens tidak mudah bosan dan tetap fokus pada apa yang kita sampaikan.

Jika kita ingin apa yang disampaikan dapat dipahami, diingat dan menginspirasi audiens, kita harus tahu cara untuk menarik perhatian mereka. Ikutilah beberapa strategi di atas untuk memastikan audiens tetap fokus dan memperhatikan apa yang kita sampaikan dalam presentasi.

6 Kombinasi Warna yang Akan Popular di 2020 Menurut Canva

This image has an empty alt attribute; its file name is Warna-yang-Akan-Popular-di-Tahun-2020-Menurut-Canva-845x321.png

6 Kombinasi Warna yang Akan Popular di 2020 Menurut Canva

Warna merupakan salah satu elemen desain yang paling mencolok dan menjadi perhatian bagi orang yang melihatnya. Warna bisa menentukan suasana bagi desain itu sendiri. Tidak terkecuali dalam desain presentasi. Meskipun demikian, tidak mudah untuk menentukan kombinasi warna yang menarik dan pas untuk tema presentasi yang akan kita bawakan. Untuk itu, perhatikanlah beberapa warna berikut yang mungkin bisa menjadi referensi untuk desain presentasimu selanjutnya.

1. Navy dan Mint

Bagi graphic designer, warna Navy dan Mint dianggap sebagai warna yang aman dan mudah untuk dipadukan. Perpaduan warna ini memunculkan kesan handal dan dapat dipercaya. Meskipun terlihat kalem, kita bisa menggunakan perpaduan warna ini untuk presentasi formal, namun harus dikombinasikan dengan pemilihan font, gambar, dan elemen visual lainnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is Slide2-1-1030x579.png

2. Peach dan Oranye

Perpaduan warna peach dan oranye memberikan kesan modern, oleh karena itu banyak digunakan oleh perusahaan untuk mempromosikan merek mereka kepada generasi milenial. Kita juga bisa menggunakan warna ini untuk menunjukkan kesan ramah dan kepercayaan diri.

This image has an empty alt attribute; its file name is Slide4-1030x579.png

3. Mustard dan Beige

Mustard dan Beige dianggap sebagai warna yang membosankan, namun ketika dikombinasikan, warna-warna ini menjadi menarik dan bahkan diprediksi akan popular di tahun 2020 ini. Warna mustard yang berani menjadi lebih netral ketika dikombinasikan dengan warna krem ringan.

This image has an empty alt attribute; its file name is Slide6-1030x579.png

4. Hitam dan Lime

Warna netral adalah warna yang tidak ada matinya. Meski jaman sudah berganti, warna ini tidak pernah ketinggalan jaman, misalnya warna hitam. Warna ini menjadi salah satu yang diprediksi akan popular di tahun 2020 dengan dipadukan bersama warna lime yang cerah dan berani. Kita bisa menggunakan perpaduan warna ini untuk menunjukkan kesan profesional dan formal.

This image has an empty alt attribute; its file name is Slide8-1030x579.png

5. Bombay Pink dan Secret Moss

Valspar, salah satu perusahaan cat Amerika, mejadikan Bombay Pink dan Secret Moss menjadi color of the year untuk tahun 2020. Bahkan kedua warna ini menjadi lebih menarik ketika dipadukan. Kombinasi kedua warna ini akan menciptakan kesan lembut dan halus dan sangat pas digunakan untuk presentasi dengan audiens wanita atau ketika pembahasan presentasinya mengenai fashion.

This image has an empty alt attribute; its file name is Slide10-1030x579.png

6. Pink dan Electric Blue

Kombinasi merah muda dan biru bukanlah hal baru. Meskipun demikian, Emily Ponton dari Em.ly Studio memperkirakan bahwa warna merah muda akan banyak dipasangkan dengan biru elektrik. Kombinasi keduanya menciptakan identitas visual yang kuat dan menarik. Kita bisa menggunakannya untuk berbagai tema presentasi, mulai dari yang formal hingga non-formal.

This image has an empty alt attribute; its file name is Slide12-1030x579.png

Warna-warna di atas merupakan kombinasi warna yang akan popular di 2020 menurut Canva. Kita bisa menggunakan dan menjadikannya referensi untuk desain kita selanjutnya, sehingga desain kita akan terlihat modern. Kombinasikan juga dengan elemen visual yang menarik lainnya.

8 Kesalahan Pengaturan Teks yang Sering Dilakukan oleh Pemula Part 1

8 Kesalahan Pengaturan Teks yang Sering Dilakukan oleh Pemula Part 1

Slidegig.com – Teks merupakan salah satu elemen penting dalam presentasi. Meskipun terlihat sepele, pengaturan teks dapat berpengaruh pada visual presentasi kita. Mengatur teks dengan baik dan benar dapat membuat slide presentasi kita lebih menarik, begitu juga sebaliknya. Agar presentasimu menarik, hindarilah beberapa kesalahan mengatur teks berikut yang diungkapkan oleh Tom Koszyk.

1.  Spasi yang Terlalu Lebar

Audiens membutuhkan waktu lebih lama ketika membaca teks dengan spasi yang lebar. Padahal tujuan dari adanya slide presentasi adalah untuk membantu audiens memahami poin penjelasan secara cepat. Oleh karena itu, aturlah spasi dengan normal dan wajar. Spasi yang normal dalam presentasi tidak lebih dari 1,5 atau lebih baik mengaturnya menjadi 1,2.

2. Semua Teks Memiliki Ketebalan Huruf yang Sama

Terdapat sebuah alasan mengapa beberapa font memiliki banyak jenis ketebalan, yaitu untuk membantu kita menentukan hirarki pada teks. Huruf tebal biasanya digunakan untuk menggambarkan teks yang penting dibanding teks dengan ketebalan yang lebih tipis. Selain itu, membedakan ketebalan teks juga akan membantu audiens untuk lebih cepat menangkap poin yang ingin kita sampaikan.

3. Warna Teks Kurang Kontras

Kita sudah mengatur teks dengan sempurna, tapi audiens tidak akan bisa membaca atau malas membacanya jika warna teks kurang kontras dengan background slide. Oleh karena itu, pastikan untuk mengatur warna teks yang kontras sehingga lebih mudah dan nyaman dibaca.

4. Menggunakan Warna yang Sama untuk Semua Teks

Menggunakan warna yang berbeda merupakan cara lain untuk membangun hirarki dalam teks. Misalnya dengan mengatur warna judul menjadi lebih hitam dari isi-nya akan membantu audiens untuk memahami isi slide dengan lebih cepat.

Mengatur tampilan teks memang terlihat sepele, namun jika dilakukan secara asal, hal ini bisa membuat visual presentasi kita menjadi kurang menarik, begitu juga sebaliknya. Agar hal ini tidak terjadi, pelajari dan hindarilah 4 kesalahan pengaturan teks di atas.

8 Kesalahan Pengaturan Teks yang Sering Dilakukan oleh Pemula Part 2

This image has an empty alt attribute; its file name is Part-02-Cover-845x321.png

8 Kesalahan Pengaturan Teks yang Sering Dilakukan oleh Pemula Part 2

Slidegig.com – Mengatur teks dalam presentasi mungkin terlihat sepele, namun jika dilakukan dengan tepat, hal ini akan membantu membuat presentasi kita menjadi lebih menarik. Begitu juga sebaliknya, jika dilakukan dengan asal, pengaturan teks yang kurang tepat justru akan merusak tampilan presentasi kita. Oleh karena itu, hindarilah beberapa kesalahan mengatur teks berikut sehingga presentasimu akan lebih menarik.

1. Teks Paragraf yang Terlalu Lebar atau Terlalu Sempit

Kesalahan dalam mengatur panjang huruf dan kata dalam paragraf dapat mempengaruhi visual dan cara audiens membaca teks yang kita sajikan. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkannya dengan baik. Paragraf yang optimal memiliki panjang 50-75 huruf per baris.

2. Mengatur Teks menjadi Rata Kanan-Kiri (Justify)

Mengatur teks menjadi rata kanan-kiri (justify) memang terkesan rapi, namun hal ini kurang efektif ketika diterapkan dalam visual presentasi. Pengaturan teks untuk slide presentasi sebaiknya dibuat rata kiri, karena hal ini dapat meningkatkan kemudahan bagi audiens dalam membacanya. Membuat teks menjadi rata kiri akan memudahkan mata kita untuk berpindah dari baris pertama ke baris kedua, dan seterusnya.

3. Ukuran Font Terlalu Kecil

Memilih ukuran font yang tepat merupakan hal krusial ketika mendesain presentasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa teks dapat dibaca bahkan oleh audiens yang duduk di bangku belakang sekalipun. Meskipun demikian, ada beberapa orang yang mengatur ukuran teks terlalu kecil dengan alasan aestetik dan hal ini justru menjadi distraksi bagi audiens yang mencoba untuk membaca teks berukuran kecil yang kita tampilkan. Agar hal ini tidak terjadi, aturlah ukuran teks presentasi minimal 12 pt.

4. Teks Panjang yang Dibuat Rata Tengah

Hampir sama dengan rata kanan-kiri (justify), mengatur teks panjang menjadi rata tengah merupakan langkah yang kurang tepat. Pengaturan yang paling tepat untuk teks panjang adalah rata kiri karena akan lebih mudah dibaca oleh mata.

Tips tambahan dari Jasa Presentasi

1. Hindari Menggunakan Terlalu Banyak Jenis Font

Mengkombinasikan font memang merupakan salah satu cara untuk membuat tampilan presentasi menjadi lebih menarik. Meskipun demikian, jika menggunakan terlalu banyak font, presentasi kita justru akan terlihat kurang profesional dan kurang menarik. Oleh karena itu, gunakan maksimal 3 jenis font dalam satu presentasi, atau kita bisa menggunakan satu family font, kemudian mengkombinasikan beberapa anggota family font tersebut sesuai dengan hirarki teks yang ingin kita tampilkan.

2. Tambahkan Highlight pada Kalimat yang Panjang

Jika kamu harus menampilkan banyak teks dalam sebuah slide, berilah highlight pada beberapa kata penting dengan memberikan ketebalan huruf yang berbeda atau bisa juga dengan memberikan format italic.

Mengatur teks dengan baik dan benar bisa membantu tampilan presentasimu menjadi lebih menarik. Selain itu, hal ini juga akan membantu audiens untuk lebih mudah mencerna dan memahami isi slide presentasi.

Gunakan 3 Metode Ini untuk Mempermudah Penjelasanmu saat Presentasi

This image has an empty alt attribute; its file name is Cover-845x321.png

Gunakan 3 Metode Ini untuk Mempermudah Penjelasanmu saat Presentasi

Slidegig.com – Menjelaskan materi kepada audiens yang awam dengan materi yang kita sajikan memang bukan hal mudah. Jika tidak dilakukan dengan benar, audiens tentu tidak akan paham atau malah menjadi salah paham mengenai hal tersebut. Oleh karena itu, pembicara perlu mencari cara agar penjelasannya mudah dipahami. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan perbandingan. Berikut tiga alat pembanding yang bisa digunakan saat mempresentasikan materi yang kompleks dan awam bagi audiens.

1. Analogi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Analogi adalah persamaan atau persesuaian antara dua hal yang berlainan. Penerapannya untuk menjelaskan hal yang kompleks adalah dengan memasangkannya dengan hal lain, kemudian gambarkan persamaannya. Selanjutnya, biarkan audiens untuk membuat koneksi antara dua hal tersebut. Contohnya, kita bisa menyamakan atau mengibaratkan arus informasi dengan hujan deras yang turun ke bumi.

2. Metafora

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata pada sebuah objek atau kegiatan yang bukan merupakan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai sebuah pelukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. Contohnya, buku adalah kunci imajinasi. Akan lebih mudah dipahami lagi jika penjelasan kita disertai visual yang menarik.

3. Simile

Simile merupakan majas yang membandingkan dua hal yang berbeda namun dianggap memiliki segi yang serupa. Bagaimana melakukannya? Kita hanya perlu membandingkan hal yang akan kita jelaskan dengan hal lain yang sudah familiar. Contohnya, jika seorang pelukis menggambar di atas kanvas, maka musisi melukis musik di atas kesunyian, atau bisa juga seperti ini, “virus yang sudah menjadi pandemik itu mulai mempengaruhi berbagai sektor di dunia seperti domino yang jatuh dan menimpa satu sama lain”.

Membandingkan dua hal yang kurang familiar dengan hal yang familiar merupakan cara yang efektif untuk menjelaskan hal kompleks atau rumit menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami. Oleh karena itu, praktekkan cara-cara tersebut untuk menjelaskan hal yang rumit sehingga audiens lebih mudah memahaminya.

5 Quotes yang Mengajarkan Kita Cara Menarik Perhatian Audiens dalam Presentasi

This image has an empty alt attribute; its file name is Cover-1-845x321.png

5 Quotes yang Mengajarkan Kita Cara Menarik Perhatian Audiens dalam Presentasi

Slidegig.com – Kebanyakan presenter menganggap presentasi adalah tentang dirinya. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun ada hal lain yang lebih penting yang perlu presenter ketahui yaitu bahwa presentasi sebenarnya juga tentang audiens, atau bisa dibilang, fokus utama presenter saat presentasi seharusnya adalah audiens. Tentang mengapa para audiens harus peduli dengan apa yang presenter sampaikan, tentang bagaimana presenter bisa menarik perhatian audiens. Berkaitan dengan hal tersebut, berikut disajikan beberapa quote yang akan mengajarkan kita cara menarik perhatian audiens.

1. Memancing Pertanyaan dari Audiens

“To make our communications more effective, we need to shift our thinking from “What information do I need to convey?” to “What questions do I want my audience to ask?”

– Chip Heath, Stanford Graduate School of Business Professor

Sesi tanya jawab merupakan hal yang menegangkan bagi beberapa presenter, sebab pada saat itu, kredibilitas mereka sebagai sumber informasi seperti sedang diuji. Agar lebih siap, presenter perlu melakukan antisipasi, salah satu caranya adalah dengan memancing audiens dengan memberikan pertanyaan langsung, misalnya “Setelah mendengar penjelasan ini, pertanyaan apa yang muncul di kepala Anda?”

2. Tarik Perhatian Audiens dengan Bercerita

“Storytelling is fine as long as you can encourage people to act on the stories.”

– Karen Armstrong, Religious Thinker

Bercerita merupakan hal yang biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, dan ini merupakan cara yang kita lakukan secara natural untuk terhubung dengan orang lain. Fakta ini bisa kita manfaatkan untuk menarik perhatian audiens dalam presentasi. Gunakan cerita yang melibatkan emosi, motivasi dan psikologi audiens, sehingga mereka akan tertarik dengan penjelasan yang sedang kita sampaikan.

3. Sampaikan Cerita dengan Sederhana dan Libatkan Imajinasi Audiens

My experience of great storytelling, working with classics, is just finding a way to present it simply but let the story do its own work, or be an invite to the audience’s imagination.”

– Kenneth Branagh, actor

Sama seperti poin sebelumnya, bercerita menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan sebuah ide. Temukan cara penyampaian cerita yang sederhana dan menarik, kemudian biarkan audiens masuk ke dalam cerita dan memvisualisasikannya dalam benak mereka.

4. Ketahui Karakteristik Audiens dan Libatkan Emosi Mereka

“I’ve learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.”

– Maya Angelou, American poet, memoirist, and civil rights activist

Presentasi yang berhasil tidak hanya dilihat ketika audiens tertarik dengan apa yang kita sampaikan saat presentasi berlangsung, tetapi juga ketika audiens tetap mengingat apa yang kita sampaikan dalam presentasi bahkan setelah presentasi berakhir dan untuk beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, sampaikanlah presentasi yang berkesan, namun sebelum itu, kita perlu tahu karakteristik audiens secara umum, kemudian sampaikan presentasi dengan cara yang sesuai dengan karakteristik mereka.

5. Fokuskan Presentasi pada Audiens

“Speech belongs half to the speaker, half to the listener.”

– Michel de Montaigne, Philosopher

Meskipun pembicara merupakan spotlight dalam presentasi, namun audiens-lah yang seharusnya menjadi fokus utama. Oleh karena itu, sampaikanlah cerita yang bisa menarik perhatian audiens. Ketahui apa yang mereka inginkan dari presentasi kita, kemudian libatkan mereka dalam presentasi, misalnya dengan memberikan pertanyaan singkat dan meminta pendapat mereka tentang pertanyaan tersebut.

Fokuslah pada audiens ketika melakukan presentasi, karena presentasi yang berhasil adalah presentasi yang menarik, berkesan, dan diingat oleh audiens bahkan setelah presentasi berakhir. Pelajarilah 5 quotes di atas dan terapkan beberapa trik-nya ketika melakukan presentasi.

4 Format yang Bisa Kita Gunakan untuk Menyajikan

This image has an empty alt attribute; its file name is Cover-2-845x321.png

4 Format yang Bisa Kita Gunakan untuk Menyajikan

Slidegig.com – Data merupakan materi presentasi yang mendukung informasi yang disampaikan oleh pembicara menjadi lebih valid, sehingga dapat memperkuat pesan yang ingin kita sampaikan. Meskipun demikian, penyajian data bisa jadi hal yang membosankan dan malah membingungkan bagi audiens jika disajikan dengan sembarang. Oleh karena itu, penyajian data harus dilakukan dengan menarik, salah satunya dengan mengubah data menjadi visual yang menarik dan mudah dipahami. Berikut beberapa format visual data yang bisa digunakan untuk menyajikan data ketika presentasi.

1. Grafik dan Chart

Salah satu format yang paling sering digunakan untuk menyajikan data adalah grafik dan chart. Terdapat banyak sekali jenis grafik dan chart yang bisa kita gunakan untuk mengubah data yang kompleks menjadi lebih sederhana dan menarik. Meskipun demikian, pastikan untuk menggunakan jenis grafik dan chart sesuai dengan jenis data yang akan kita sajikan, sebab menggunakan jenis grafik atau chart yang kurang tepat dapat membuat audiens semakin bingung.

2. Desain Informasi

Desain informasi merupakan format penyajian data yang bisa digantikan dengan visual tanpa menunjukkan data atau angka sama sekali. Misalnya jika terdapat data yang menunjukkan bahwa 40% dari 10 wanita merupakan pekerja kantoran, maka kita bisa menggantinya dengan 10 icon wanita kemudian memberikan warna yang berbeda untuk 4 icon pertama.

3. Infografik

Infografik merupakan sekumpulan data yang disajikan dengan visual. Berbeda dengan desain informasi, infografik bisa berisi angka, grafik, chart, icon, maupun gambar. Infografik berfungsi untuk menyajikan data dalam bentuk cerita yang menarik dengan visual.

4. Motion Graphic

Motion Graphic merupakan grafik yang diberi animasi gerak sehingga menambah ketertarikan data. Motion graphic juga bisa kita gunakan untuk menambah penekanan pada data. Kita bisa mengkombinasikan salah satu format data di atas dengan menambahkan motion atau gerakan pada data yang kita sajikan.

Sebelum memilih format yang ingin kita gunakan untuk menyajikan data, pastikan kita sudah mengetahui tujuan yang ingin dicapai, alur cerita yang ingin disampaikan, jumlah data yang akan disertakan, dan siapa yang akan menjadi audiens presentasi kita.

Pertimbangkan 5 Hal ini Sebelum Memilih Visual Data yang akan Kamu Gunakan

This image has an empty alt attribute; its file name is Cover-1-845x321.png

Slidegig.com – Pada artikel sebelumnya, kita sudah mengetahui beberapa format yang bisa digunakan untuk menyajikan data. Beberapa format tersebut mungkin akan sangat cocok digunakan untuk jenis data tertentu dibandingkan format lainnya. Beberapa justru akan membuat audiens semakin kebingungan jika digunakan untuk beberapa data tertentu. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut sebelum memilih visual data yang akan digunakan.

1. Tujuan

Tujuan merupakan hal pertama yang harus kita tentukan sebelum melangkah, membuat sesuatu, atau menjalankan sebuah ide. Tentukan tujuan yang ingin kita capai dengan data tersebut. Apakah kita ingin meningkatkan kesadaran merek? Ingin membuktikan keahlian kita? Atau ingin terhubung dengan follower? Beberapa format dapat membantu kita untuk lebih mudah mencapai tujuan-tujuan tersebut dibandingkan lainnya.

2. Cerita

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah cerita yang ingin kita sampaikan. Misalnya, ketika kita sedang membahas topik mengenaik bahaya merokok yang bisa merengguh nyawa, maka kita bisa menggunakan format desain informasi dengan menyajikan gambar orang yang terbakar seperti rokok. Pastikan format data yang kita gunakan bisa menjadi perantara penyampai pesan yang ingin kita sampaikan dalam presentasi.

3. Volume Data

Hal selanjutnya yang perlu kita perhatikan sebelum memilih format data adalah volume data yang ingin kita sajikan. Data-data yang rinci dan mendalam lebih cocok jika disajikan dengan format data infografik. Sedangkan data yang sederhana, bisa disajikan dengan format data desain informasi. Pastikan data yang akan kita gunakan tidak terlalu berlebihan juga tidak terlalu sedikit sehingga kurang mendukung informasi atau pendapat kita.

4. Audiens

Audiens menjadi hal berikutnya yang perlu dipertimbangkan dalam memilih format penyajian data. Pastikan kita mengetahui siapa audiens kita, atau siapa audiens yang menjadi target cerita kita. Ketahui juga latar belakang pendidikan mereka dan format penyajian data apa yang paling familiar bagi mereka. Jika target audiens kita adalah orang-orang yang sudah berumur, maka data interaktif yang mewah mungkin tidak cocok untuk disajikan.

5. Distribusi

Platform yang akan digunakan menjadi tempat pendistribusian data juga perlu menjadi pertimbangan sebelum memilih format data yang akan digunakan. Misalnya jika kita ingin menarik audiens di sosial media, maka format infografik dengan ukuran panjang kurang sesuai jika kita gunakan. Akan lebih menarik jika kita menggunakan format desain informasi atau motion graphic. Jika kita ingin menyajikan data dalam presentasi, kita bisa menggunakan format data chart/grafik.

Memilih format yang kurang sesuai bisa membuat audiens bingung dengan data yang kita sajikan. Oleh karena itu, pastikan kita sudah mempertimbangkan 5 hal di atas sebelum memilih format data yang akan digunakan.

4 Hal ini Adalah Alasan Mengapa Kita Berbicara dengan Cepat

This image has an empty alt attribute; its file name is Cover-3-845x321.png

4 Hal ini Adalah Alasan Mengapa Kita Berbicara dengan Cepat

Slidegig.com– Saat ini kita hidup di lingkungan yang bergerak cepat, hectic, dan terkadang membuat stress. Kondisi ini menuntut kita untuk ikut bergerak dan berpikir cepat, bahkan membuat beberapa orang untuk berbicara dengan cepat juga. Sebenarnya berbicara dengan cepat tidak menjadi masalah, namun pada beberapa kesempatan hal ini sering menghambat komunikasi yang efektif, terutama ketika harus berbicara di depan banyak orang yang belum tentu dapat mengikuti ritme bicara kita dan belum tentu dapat mencerna apa yang kita sampaikan. Oleh karena itu, hal ini perlu dihindari atau diatasi.

Sebelum itu, ketahui beberapa alasan mengapa beberapa orang berbicara dengan cepat seperti yang dipaparkan di bawah ini.

1. Pikiran yang Bergerak dengan Cepat

Beberapa orang memiliki pikiran yang bekerja dengan cepat, sehingga mereka juga berbicara dengan cepat untuk mengikuti pikiran mereka. Terutama bagi orang-orang ekstrovert yang cenderung “berpikir sambil berbicara” dibandingkan “berpikir sebelum berbicara.”

2. Rasa Canggung dan Khawatir

Beberapa lainnya berbicara dengan cepat karena rasa canggung dan khawatir. Mereka merasa perlu berbicara dengan cepat agar komunikasi yang mereka lakukan segera selesai, padahal hal ini akan berakibat pada kejelasan dan diksi yang mereka gunakan. Pada beberapa kasus, berbicara dengan cepat malah akan membuat kita seperti bergumam dan membuat komunikasi menjadi kurang efektif karena apa yang kita sampaikan belum tentu dapat dipahami oleh lawan komunikasi.

3. Berbicara dengan Cepat karena Bawaan

Selain faktor dari dalam diri sendiri, kondisi eksternal juga bisa menjadi penyebab kita berbicara dengan cepat. Misalnya, seorang anak yang memiliki saudara yang nakal, cerewet dan berisik memiliki kemungkinan besar untuk berbicara dengan lebih cepat karena mereka memiliki sedikit waktu dan kesempatan untuk berbicara dan mendapatkan perhatian.

4. Mengikuti Bahasa Asal

Berbicara dengan cepat juga dapat disebabkan oleh gaya berbicara yang dimiliki oleh suatu daerah atau suku atau ras tertentu. Jika kita berasal dari daerah yang kebanyakan masyarakatnya berbicara dengan cepat, maka kita memiliki kemungkinan lebih besar untuk berbicara dengan cepat juga meskipun bahasa yang kita gunakan bukan bahasa daerah tersebut.

Berbicara memiliki seninya sendiri. Mungkin bagi beberapa orang, berbicara dengan cepat bukan merupakan sebuah masalah, namun berbicara dengan cepat dapat membuat efektifitas dalam komunikasi turun, karena beberapa orang belum tentu dapat mencerna perkataan seseorang dengan cepat pula. Oleh karena itu hal ini perlu di atasi. Beberapa tips untuk mengatasi hal ini akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.